Teknik karya 2 Dimensi

Teknik 2d

1. Teknik Plakat yaitu melukis dengan menggunakan cat poster, cat minyak cat akrelik, dengan goresan yang tebal, sehingga menghasilkan warna pekat dan padat.

2. Teknik Transparan yaitu teknik menggambar / melukis dengan menggunakan cat air, dengan sapuan warna yang tipis sehingga hasilnya nampak transparan.

3. Teknik Kolase yaitu melukis dengan memotong kertas yang kemudian ditempel sehingga membentuk lukisan yang realis atau abstrak.

4. Teknik 3M (melipat, menggunting, dan merekat) adalah merupakan proses manipulasi lembaran kertas menjadi suatu bentuk tiga dimensi.

Teknik Karya 3 dimensi

TENIK KARYA 3 D

1.Teknik Pahat, Yaitu Mengurangi bahan menggunakan alat pahat. misalnya membuat patung dan telief dengan bahan dasar kayu dan batu.

2.Teknik Butsir, Yaitu membentuk benda dengan mengurangi dan menambah bahan. misalnya,mebuat keramik dengan bahan dasar tanah liat

3.Teknik Cor, yaitu membuat karya seni dengan membuat alat cetakan kemudian dituangkan adinan berupa seme, gips, dan sebagainya sehingga menghasilkan bentu yang diinginkan. misalnya, membuat patung

4.Teknik Las, yaitu membuat karya seni dengan cara mengunakan bahan satu ke bahan lain untuk mendapatkan bentuk tertentu. misalnya, membuat patung kontemporer dengan bahan dasar logam.

5.Teknik cetak,  yaitu membuat karya seni dengan cara membuat cetakan terlebih dahulu. misalnya, membuat keramik dan patung dengan bahan dasar tanah liat dan semen

Penjelasan Seni

Seni rupa 2 dimensi merupakan hasil karya seni rupa yang dibatasi oleh dua sisi saja, yaitu sisi lebar dan panjang. Sehingga, hasil dari karya seni ini hanya bisa dinikmati dari satu sisi saja. Contohnya adalah:
1. Seni Lukis/Gambar
Seni rupa 2 dimensi
Lukisan merupakan sebuah hasil karya seni yang di mana dalam penciptaannya membutuhkan keahlian khusus serta imajinasi tingkat tinggi untuk menghasilkan sebuah karya seni yang nantinya akan dinikmati oleh banyak orang.

2. Seni Grafis
Seni rupa 2 dimensi

yomaseptiantika.blogspot.com
Seni grafis merupakan cabang seni rupa yang dalam penciptaanya membutuhkan alat bantu. Salah satu contoh dari cabang seni ini adalah fotografi, di mana kita membutuhkan kamera untuk menghasilkan sebuah karya yang nantinya akan dinikmati oleh semua orang.
Tak cukup sampai di sini saja, seni rupa 2 dimensi juga membutuhkan teknik-teknik khusus dalam penciptaannya. Seperti yang telah disinggungkan di atas, bahwasanya kita membutuhkan keahlian khusus jika ingin menghasilkan karya yang mampu menghipnotis setiap mata yang meilhatnya. Berikut beberapa teknik yang sering digunakan untuk membuat karya seni rupa 2 dimensi.

Artikel terkait: Teknik Membuat Patung Dari Kayu
1. Teknik Plakat
Teknik plakat ini sering digunakan untuk melukis. Teknik ini biasanya menggunakan cat poster, cat minyak akrelik yang digoreskan dengan tebal, sehingga akan menghasilkan warna yang pekat dan padat.
2. Teknik Transparan
Teknik yang sering digunakan ketika menggambar/melukis ini biasanya menggunakan cat air, namun hanya sekedar digoreskan saja, sehingga akan menghasilkan tekstur transparan.
3. Teknik Kolase
Teknik kolase adalah teknik melukis dengan cara memotong kertas yang kemudian ditempelkan pada sebuah objek tertentu sehingga membentuk sebuah lukisan. Hasil karya ini biasanya sering disebut dengan mozaik.
4. Teknik 3M (Melipat, Menggunting, Merekatkan)
Teknik ini merupakan teknik manipulasi lembaran kertas yang dirangkai dengan sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah bentuk 3 dimensi.
Setelah kita paham, apa saja contoh dari seni rupa 2 dimensi serta teknik-teknik yang digunakan untuk menghasilkan karya tersebut. Sekarang mari kita mengenali apa saja unsur-unsur yang terdapat pada seni rupa 2 dimensi tersebut.
Unsur-unsur seni rupa 2 dimensi
1. Bintik atau Titik
Tiki merupakan unsur dasar dari seni rupa yang paling kecil. Semua bentuk dan wujud yang dihasilkan berasal dari titik. Namun, titik juga bisa menjadi pusat perhatian sendiri jika berkumpul atau memiliki warna yang berbeda dari yang lainnya.
2. Garis
Garis merupakan goresan yang dibuat untuk menunjukkan suatu batas dari sebuah ruang, warna, bidang, tekstur dan lain sebagainya. Garis memiliki dimensi memanjang dan juga arah tertentu serta berbagai macam sifat seperti panjang, pendek, tebal, tipis, vertikal, horizontal, melengkung, lurus, bergelombang, miring, patah-patah dan masih banyak lagi yang lainnya. Kesan lain dari garis adalah, mampu memberikan kesan gerak, simbol, ide dan juga kode-kode tertentu yang ingin disampaikan oleh pembuatnya.
3. Bidang
Bidang merupakan unsur dalam seni rupa yang terbentuk dari berbagai macam garis. bidang juga memiliki dimensi panjang, lebar, serta tinggi atau dengan kata lain, bidang lebih bersifat pipih sedangkan bentuk mempunyai isi atau volume. Dilihat dari bentuknya, bidang ataupun bentuk dibagi menjadi beberapa macam, yaitu bidang biomorfosis (organis), bidang geometris, bidang tidak beraturan dan bidang bersudut. Bidang ini bisa terbentuk jika ada dua ujung garis yang saling bertemu ataupun berpotongan, tapi bisa juga karena sapuan gradasi warna yang dibatasi oleh kontur bidang dua dimensi yang mempunyai ukuran bidang dasar seperti, segiempat, segitiga, trapesium, oval, lingkaran dan lain sebagainya.
4. Bentuk
Bentuk jika menurut bahasa adalah bangun (shape) ataupu bentuk plastis (form). Bangun adalah bentuk representasi benda yang polos, seperti yang dilihat oleh mata yang hanya sekedar menyebut bentuknya yang bulat, lonjong, kotak, abstrak dan lain sebagainya. Sedangkan palstis adalah representasi dari bentuk benda yang terasa dan terlihat, karena adanya unsur nilai (value) dari beda tersebut, seperti meja, kursi, lemari dan lain sebagainya. Dengan kata lain, representasi bentuk benda tersebut merupakan benda yang tak sekedar memiliki bentuk saja, namun juga peranan dari benda tersebut.
5. Tekstur
Tekstur adalah sifat permukaan suatu benda. Kesan yang diberikan juga berbeda-beda, ada yang kasar, halus, kusam, licin, mengkilap dan lain sebagainya. Kesan-kesan tersebut bisa dirasakan melalui rabaan, penglihatan dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, tekstur dibagi menjadi dua jenis sama tapi beda. Yang pertama adlah tekstur nyata, di mana sifat permukaan yang menunjukkan kesan yang sebenarnya antara rabaan dan penglihatan. Dan yang kedua adalah tekstur maya yang di mana kesan yang dihasilkan antara penglihatan dan rabaan tidak sama.
6. Warna
Teori warna yang berdasar pada cahaya bisa kita ihat melalui tujuh spektrum warna yang dijelaskan dalam pelajaran fisika yang berdasarkan pada warna pelangi. Secara teori, warna bisa kita pelajari melalui dua pendekatan yang di antaranya adalah melalui pigmen warna (goethe) atau butiran halus yang terdapat pada warna. Beberapa istilah yang ada dalam teori ini (pigmen) adalah.
a. Warna primer
Yaitu warna dasar/pokok yang tidak dihasilkan dari percampuran warna lainnya. Warna primer ini terdiri Merah, Kuning dan Biru.
b. Warna sekunder
Yaitu warna yang dihasilkan dari percampuran antara dua warna atau lebih. Warna Sekunder terdiri dari Ungu, Oranye, hijau dan lain-lain.
c. Warna tersier
Warna tersier adalah warna yang dihasilkan dari percampuran antara dua warna sekunder atau lebih.
d. Warna analogus
Warna analodus adalah deretan warna yang letaknya bersebelahan dalam lingkaran warna. Seperti deretan warna Ungu ke Merah, Hijau ke Kuning dan lain sebagainya.
e. Warna komplementer
Warna komplementer adalah warna kontras yang ketaknya berseberangan dalam lingkaran warna. Seperti warna Merah dengan Hijau, Kuning dengan Ungu dan lain sebagainya.
7. Gelap Terang
Dalam sebuah karya seni rupa 2 dimensi, warna gelap terang bisa berfungsi menjadi beberapa hal, diantaranya: memberikan kesan 3 dimensi, memberikan kesan ruang atau kedalaman, serta membedakan sisi gelap dan terang suatu tempat atau benda yang dilukis atau digambar.
8. Ruang (kedalaman)
Ruang dalam sebuah karya seni 3 dimensi, ruang bisa kita rasakan langsung seperti halnya kita berada dalam sebuah ruangan rumah, kelas, gedung dan lain sebagainya. Sedangkan, untuk karya seni rupa 2 dimensi, ruang lebih mengacu pada luas bidang gambar tersebut. Unsur rang (kedalaman) yang ada dalam karya seni rupa 2 dimensi bersifat semu (maya) karena hanya dihasilkan dari kesan yang disampaikan melalui penggambaran bentuk serta gradasi warna yang diberikan.
Untuk lebih memahami lagi tentang seni rupa 2 dimensi, berikut ada beberapa tokoh seni rupa 2 dimensi yang cukup tekenal, diantaranya adalah.
1.Raden Saleh Sjarif Boestaman
Raden Saleh Sjarif Boestaman ini adalah seniman asli Indonesia yang lahir di Semarang (1807) dan meninggal dunia di Bogor (1880).
2. Vincent van Gogh
Vincent van Gogh (30 Maret 1853-29 Juli 1890) merupakan seorang seniman lukis pasca-impresionis Belanda yang sangat terkenal. Dan tak jarang lukisannya masuk ke rumah lelang dan tentunya dengan harga yang sangat fantastis

Pengertian Seni Rupa

 SENI RUPA
Pendidikan Seni Rupa adalah mengembangkan keterampilan menggambar, menanamkan kesadaran budaya lokal, mengembangkan kemampuan apreasiasi seni rupa, menyediakan kesempatan mengaktualisasikan diri, mengembangkan penguasaan disiplin ilmu Seni Rupa, dan mempromosikan gagasan multikultural.
A.  HAKEKAT SENI dan SENI RUPA
     Seni rupa adalah salah satu cabang kesenian,seni rupa merupakan ungkapan gagasan dan perasaan manusia yang diwujudkan melalui pengolahan median dan penataan elemen serta prinsip-prinsip desain. Seni rupa merupakan realisasi imajinasi yang tanpa batas dan tidak ada batasan dalam berkarya seni. Sehingga dalam berkarya seni tidak akan kehabisan ide dan imajinasi
Kata seni adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kabarnya kata seni berasal dari kata “sani” yang kurang lebih artinya “Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa”. Mungkin saya memaknainya dengan keberangkatan orang/ seniaman saat akan membuat karya seni, namun menurut kajian ilimu di eropa mengatakan “ART” (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ atau karya dari sebuah kegiatan.
B.   BENTUK KARYA SENI RUPA
1.   Berdasarkan dimensinya, karya seni rupa terbagi dua yaitu:
·        karya dua dimensi.

          

·        karya tiga dimensi.



2.  Berdasarkan kegunaan atau fungsinya, karya seni rupa digolongkan ke dalam:
·     karya seni murni (pure art, fine art).
Seni yang digunakan untuk berekspresi, keindahan dan imajunasi contoknya seni lukis, seni patung seni kria dll
·     Karya seni terapan/ pakai (useful art/applied art).
Seni yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dipakai. Contonnya baju, sepatu, mobil dll

C.    JENIS KARYA SENI RUPA
1. Seni lukis,
gambar
2. seni patung,
3.  seni grafis,
4. seni kria,
5. seni bangunan,
6. desain.

D.   PRINSIP DASAR SENI RUPA
1.    KOMPOSISI
Suatu cara dan ketentuan untuk mengatur, mengusun, meramu (menyampur) dengan dasar kaidah-kaidah yang ada, hingga mewujudkan, suasana tatanan  yang harmonis,.Contoh penerapan komposisi yang sifatnya:
a.  Mengatur  : bagaimana seorang disainer Interior mengatur perabot rumah, hiasan, foto dalam satu ruangan yang  masing-masing disebut elemen estetik.
b.  Menyusun :bagaimana seorang disainer seni grafis menyusun huruf, kata-kata, kalimat, gambar dalam satu bidang media cetak majalah atau surat kabar.
c.  Meramu :  Kata meramu juga bisa diartikan mencampur bagaimana cara seorang pelukis mencampur warna, dan seorang opoteker meramu obat dengan memperhatikan kadar bahan yang dipakai
2.    BALANCE  (Keseimbangan) yang dimaksud ialah cara mengatur  beberapa benda atau bidang dalam satu bidang kertas gambar agar hasilnya serasi dan harmonis. Ada beberapa macam keseimbangan dalam mengatur bentuk/warna dalam gambar:
a.  Keseimbangan Simetri : “keseimbangan yang diterapkan pada pengatura benda atau bidang yang sama bentuknya, atau jika  gambar tersebut dibagi dua merupakan satu bentuk yang dibagi dua sama besar atau sama dan sebangun.
b.  Keseimbangan a Simetris = keseimbangan yang diterapkan pada pengaturan benda atau beberapa bentuk / warna yang tidak sama ukuran besar kecilnya benda, atau tidak sama posisinya caa meletakkannya.
c.   Keseimbangan Skew Simetri = keseimbangan yang diterapkan pada beberapa bentuk benda atau bidang yang sama tapi sehadap penerapannya banyak dipergunakan untuk menggambar hiasan.
3.    PROPORSI (Perbadingan).
Semua wujud benda yang ada di alam ini masing-masing mempunyai perbandingan atau proporsi anara benda satu dengan yang lain atau bagian-bagian dalam satu unit benda. Benda mati seperti : meja, kursi, mobil dll Benda hidup : berupa tumbuh-tumbuhan mulai drai rumput, pohon, bunga-bungaan, dll.
4.    FAKTOR UNITY (Kesatuan) :
 Kesatuan yang dimaksud disini  adalah kesatuan yang ditinjau dari segi penataan/pengaturan/penerapan atau rangkaian (inte-atif) hingga benda-benda yang diatur dalam gambar satu sama lain saling mendukung, apabila dikurangi salah satu bagian akan terjadi ketidak wajaran atau ketidak seimbangan. Ada dua macam yaitu :
5.    FAKTOR INTENCITY : yang dimaksud ialah ketajaman warna atau gelap terang pada penampilan gambar (lukisan) hingga kesan bayangan demensinal benda benar-benar nampak, untuk menunjukkan kondisi volume dari suatu benda atau menunjukkan kesan perspektif dari penataan benda-benda dalam gambar, untuk mewujudkan hasil gambar / lukisan yang berkualitas dibutuhkan ketrampilan / kemampuan yang tinggi.
6.    FAKTOR EMPHASIS : maksudnya adalah pusat perhatian dari seluruh rangkaian gambar atau bagian dari gambar/lukisan yang dijadikan focus pandangan dengan istilah lain dapat disebut Centra of Inters, untuk mewujudkan hal ini dapat dilakukan dengan jalan memberi warna yang mencolok (kontras) atau membagi garis arah berlawanan, dan dapat pula dengan arsir yang intensitasnya tinggi.

E.   UNSUR-UNSUR SENI RUPA
1.    Titik :    Satu bentuk/tanda yang dibuat dengan satu kali tekan dengan menggunakan alat tulis/alat lukis, dapat pula dikatakan titik merupakan suatu bentuk yang paling kecil dari seluruh rangkaian bentuk yang dibuat dalam pekerjaan menggambarkan/melukis.
2.  Garis adalah unsur senirupa yang paling sederhana tetapi penting dalam penampilan estetik. Garis selalu dapat diamati secara visual pada tiap benda alam dan pada hasil karya seni rupa.).Fungsi garis:
a.     Untuk memberikan representasi atau citra struktur, bentuk dan bidang. Garis ini sering disebut garis blabar (garis kontur) berfungsi sebagai batas/ tepi
b.     Untuk menekankan nilai ekspresi seperti nilai gerak atau dinamika (movement), nilai irama (rhythm) dan nilai arah (direction). Garis ini disebut juga garis grafis.
c.     Untuk memberikan kesan matra (dimensi) dan kesan barik (tekstur). Garis ini sering disebut garis arsir atau garis tekstur. Garis tekstur lebih bisa dihayati dengan jalan meraba.
3.  Bidang
Unsur bidang dalam senirupa adalah perkembangan dari penampilan garis, yaitu perpaduan garis-garis dalam kondisi tertentu. Bidang alamiah: bidang lapangan atau taman, bidang sawah, bidang langit, bidang laut dsb.
a.     Bidang yang dicipta: Bidang lukisan, bidang segitiga, bidang lingkaran dsb. -sengaja dibuat
b.     Bidang yang timbul karena pembubuhan warna, cahaya atau barik. -tidak disengaja
4.    Ruang
Ruang sebenarnya tidak dapat dilihat (khayalan), jadi hanya bisa dihayati. Ruang baru dapat dihayati setelah kehadiran benda atau unsur garis dan bidang dalam kekosongan atau kehampaan. Didalam senirupa dikenal ruang 2D dan ruang 3D. Contoh:
Fungsi ruang:
a.     Untuk memberikan kesan trimatra (3 dimensi), seperti kesan kedalaman, jarak dan plastisitas pada sebuah lukisan alam.
b.     Untuk menekankan nilai ekspresi seperti irama, gerak, kepadatan dan kehampaan, seperti pada karya arsitektur dan seni patung.
c.     Untuk memberikan kesan nilai guna (nilai praktis), seperti ruang pada gelas (rongga gelas), ruang pada lemari dsb.
5.    Warna
Warna memberi pengaruh keindahan (fungsi estetis). Warna memberi pengaruh perlambangan (fungsi simbolik), baik untuk kepentingan pribadi, kelompok maupun yang bersifat formal, informal dan asosiatif. Warna heraldik; warna yang dipakai menurut kebiasaan (konvensi).
6.    Tekstur
Tekstur adalah unsur senirupa yang memberikan watak/karakter pada permukaan bidang yang dapat dilihat dan diraba. Tekstur yang dapat dilihat atau diraba pada permukaan bidang dibedakan antara tekstur alamiah dan tekstur buatan.
7.    Bentuk
Kata bentuk dalam senirupa diartikan sebagai wujud yang terdapat di alam dan yang tampak nyata. Misalnya membuat bentuk manusia, binatang dsb. Ada juga bentuk yang hadir karena tidak dijiwai atau secara kebetulan (dalam bahasa Inggris disebut shape) yang dipakai juga dengan kata wujud atau raga.
8.    Gelap dan Terang (cahaya)
Meskipun cahaya kehadirannya tidak dapat dilihat seperti unsur senirupa lainnya, tetapi cahaya tidak sedikit peranannya sebagai unsur senirupa.. Pada karya senirupa, cahaya sengaja dihadirkan untuk kepentingan nilai estetis, artinya untuk memperjelas kehadiran unsur-unsur senirupa lainnya. Peralihan dari gelap dan terang adalah upaya untuk mempertegas volume suatu bentuk.
F. Perkembangan Seni Rupa Anak Sekolah Dasar
1.     masa coreng-moreng (scribbling period),
Hal ini dapat kita temukan anak yang melubangi atau melukai kertas yang digoresnya. Goresan-goresan yang dibuat anak usia 2-3 tahun belum menggambarkan suatu bentuk objek. Pada awalnya, coretan hanya mengikuti perkembangan gerak motorik. Biasanya, tahap pertama hanya mampu menghasilkan goresan terbatas, dengan arah vertikal atau horizontal. 1) corengan tak beraturan, 2) corengan terkendali, dan 3) corengan bernama.
2.  masa pra bagan,
Usia anak pada tahap ini bisanya berada pada jenjang pendidikan TK dan SD kelas awal. Kecenderungan umum pada tahap ini, objek yang digambarkan anak biasanya berupa gambar kepala-berkaki
3.    masa bagan,
Konsep bentuk mulai tampak lebih jelas. Anak cenderung mengulang bentuk. Gambar masih tetap berkesan datar dan berputar atau rebah (tampak pada penggambaran pohon di kiri kanan jalan yang dibuat tegak lurus dengan badan jalan, bagian kiri rebah ke kiri, bagian kanan rebah ke kanan). Pada perkembangan selanjutnya kesadaran ruang muncul dengan dibuatnya garis pijak (base line).
4.  Masa Realisme Awal (Early Realism)
Pada periode Realisme Awal, karya anak lebih menyerupai kenyataan. Kesadaran perspektif mulai muncul, namun berdasarkan penglihatan sendiri.
Namun demikian, dalam menggambarkan objek, proporsi (perbandingan ukuran) belum dikuasai sepenuhnya. Pemahaman warna sudah mulai disadari. Warna biru langit berbeda dengan biru air laut. Penguasan konsep ruang mulai dikenalnya sehingga letak objek tidak lagi bertumpu pada garis dasar, melainkan pada bidang dasar sehingga mulai ditemukan garis horizontal.
5.    Masa Naturalisme Semu
Pada masa naturalisme semu, kemampuan berfikir abstrak serta kesadaran sosialnya makin berkembang. Gambar-gambar gaya kartun banyak digemari. Ada sesuatu yang unik pada masa ini, di mana pada satu sisi anak ekspresi kreatifnya sedang muncul sementara kemampuan intelektualnya berkembang dengan sangat pesatnya. Sebagai akibatnya, rasio anak seakan-akan menjadi penghambat dalam proses berkarya.
6.    Periode Penentuan
Pada periode ini tumbuh kesadaran akan kemampuan diri. Perbedaan tipe individual makin tampak. Anak yang berbakat cenderung akan melanjutkan kegiatannya dengan rasa senang, tetapi yang merasa tidak berbakat akan meninggalkan kegiatan seni rupa, apalagi tanpa bimbingan

G.  PERANAN SENI RUPA
1.      Peranan Bagi Anak Usia Dini
Bermain bagi anak merupakan kegembiraan dan kesibukan yang penting. Dalam bertanya seni rupa dapat menimbulkan kegembiraan. Kegembiraan anak nampak dan terlihat disebabkan oleh keaktifan atau kesempatan bergerak, bereksperimen, berlomba dan berkomunikasi.
2.  Peranan Guru
Peranan guru di kelas adalah menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya dan memahami karakteristik siswa sebagai anak didik di kelasnya
3.  Peranan Sekolah
Sekolah berperan sebagai tempat membina dan melatih diri melalui pengajaran dan pendidikan untuk mengatasi segala masalah di masyarakat kelak setelah anak menyelesaikan sekolah
H. FUNGSI SENI RUPA
1.      Fungsi Individual
Maka fungsi individual ini dibagi menjadi fungsi fisik dan fungsi emosi.
a.    Fisik Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni pakai yang berhubungan dengan fisik, seperti; busana, perabot, rumah alat transportasi dan sebagainya.
b.    Fisik Emosional Fungsi ini dipenuhi melalui seni murni, baik dari senimannya maupun dari pengamat atau konsumennya. Contoh: lukisan, patung, film dan sebagainya.

2.      Fungsi Sosial
Fungsi sosial artinya dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang banyak dalam waktu relative bersamaan.
·       Rekreasi / hiburan Seni dapat digunakan sebagai sarana untuk melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan. Contoh: film, komedi, tempat rekreasi dan sebagainya.
·       Komunikasi Seni dapat digunakan untuk mengkomunikan sesuatu seperti pesan, kritik, kebijakan, gagasan, dan produk kepada orang banyak. Contoh: iklan, poster, spanduk, dan lain-lain.
·       Edukasi / Pendidikan Pendidikan juga memanfaatkan seni sebagai sarana penunjangnya, contoh; gambar ilustrasi pada buku pelajaran, poster ilmiah, foto dan sebagainya.
·       Religi / Keagamaan Karya seni dapat dijadikan ciri atau pesan keagamaan. Contohnya; kaligrafi, arsitektur tempat ibadah, busana keagamaan dan sebagainya.
Diberdayakan oleh Blogger.